Sunday, January 20, 2019

Publikasi Jurnal Internasional Bagi Pemula

Publikasi Jurnal Internasional Bagi Pemula


Bagi penulis jurnal yang sudah hebat dan memiliki ID dari lembaga indeks (semacam Scopus ID), menulis jurnal sudah menjadi mainan sehari-hari. Namun, mereka bermula dari penulis pemula yang membutuhkan strategi khusus untuk mencapai kesuksesannya. Masalah menulis jurnal bukan hanya kemampuan konten jurnalnya, namun juga butuh strategi kemampuan menulisnya. Kemampuan menulis jurnal yang khas (academic writing) adalah kemampuan yang bisa dipelajari dengan latihan-latihan terstruktur. Sebaiknya, latihannya menggunakan jasa mentor yang benar-benar berpengalaman.

Tidak semua akademisi memiliki kemampuan menulis jurnal yang mumpuni. Ketiadaan waktu dan tidak ada atmosfer yang mendukung adalah alasan yang banyak dikemukan oleh para akdemisi. Sehingga, menulis jurnal adalah sesuatu yang sulit dan rumit. Sulit karena mereka tidak mendapatkan akses langsung untuk menjadi pembelajar jurnal ilmiah, rumit karena mereka memiliki masalah metodologis yang tidak mudah dikuasai baik dari teknik penulisan, metode penelitian, konten maupun merumuskan simpulan.

Tulisan ini akan mencoba mengeksplorasi teknik bagaimana menulis jurnal bagi pemula. Kemungkinan besar tulisan ini tidak bermanfaat bagi para penulis yang sudah terbiasa menulis jurnal ilmiah mandiri. Cara yang akan dikemukakan adalah dengan menggunakan pendekatan Genre Based Approach (GBA). Pendekatan ini dikembangkan oleh Systemic Functional Lingusitics (SFL) dimana menulis merupakan bagian penting dalam pembelajaran.

GBA dan Menulis Jurnal

Genre Based Approach adalah sebuah pendekatan pembelajaran Bahasa yang dikembangkan oleh Sydney School dengan anak-anak di Disadvantaged School yang siswanya mayoritas imigran dari Afrika dan bahasa Inggris bukan meruapakan bahasa pertama. Pendekatan ini fokus pada menulis yang diajarkan sebagai proses.

GBA didasari oleh teori Systemic Functional Linguistic dimana siswa harus diajari berbagai jenis teks yang bisa mendorong mereka untuk sukses di sekolah dan bahkan di universitas. Prosesnya menggunakan explicit teaching mengenai grammar dan jenis teks, termasuk struktur organisasi serta ciri linguistiknya. GBA juga menekankan apprenticeship, scaffolding dan the zone of proximal development (Teori Vygotski). Proses pembelajaran GBA dilakukan dalam siklus pembelajaran yang terdiri dari empat proses: BKOF, Modelling, JCOT dan ICOT.

Keempat proses ini dapat diimplementasikan dalam penulisan jurnal. Biasanya, GBA di sekolah digunakan sebagai pemebelajaran untuk menulis teks-teks mudah yaitu jenis deskriptif, naratif, anekdot, prosedur, recount, dan lainnya. Dalam konteks perguruan tinggi, GBA bisa digunakan untuk mengeksplorasi kemampuan academic writing dimana sistematikanya sudah ditentukan atau distandarkan secara internasional.

Generic structure (pola struktur teks) yang sering menjadi perbedaan antara jenis teks satu dengan yang lainnya sudah dikembangkan sedemikiann rupa (IMRAD dan NON IMRAD) sehingga dalam membuat tulisan jurnal ilmiah bagi pemula sangatlah mudah dan tidak rumit. Dengan mengikuti generic structure yang sudah disepakati secara umum, maka menulis jurnal bagi pemula adalah hal yang mudah. Pertanyaannya, bagaimana cara memulai menulis dengan GBA?

Gambar ini bias menjelaskan bagaimana GBA bekerja untuk jurnal


Building Knowledge of the Field

Tahap pertama adalah Building Knowledge of the Field (BKOF). Tahap ini adalah tahap pertama bagi pemula untuk mengeksplorasi pengetahuan yang akan ditulis dalam jurnal. Pola tahap ini menggunakan pembelajaran kolaboratif dimana setiap penulis dikumpulkan secara bersama untuk membahas konten jurnal secara bersama.

Untuk menghindari perbedaan yang mencolok diantara penulis, maka perlu adanya pembagian-pembagian hasil dari penyesuaian rumpun ilmu, tema, metode penelitan dan selingkung penulisan. Bila penulisnya terbatas dan dari rumpun ilmu yang berbeda, maka bisa secara bersama mengkaji setiap irisan (persamaan) setiap tema yang dibahas agar konten jurnal yang bisa dibahas bersama bisa dilakukan bersama-sama.

Ada beberapa hal yang bisa dibicarakan dalam tahap ini, yaitu (1) berdialog dan mengeksplorasi tema sehingga mengerucut pada pembentukan judul pada masing-masing jurnal. Hal ini pasti diawali oleh penemuan masalah penelitian dan mengacu kepada pertanyaan penelitian. Pertimbangan-pertimbangan judul yang sangat interested (oleh pengelola jurnal) perlu dikaji bersama agar tidak mendapatkan penolakan dari jurnal.

(2) dialog tentang teori-teori yang relevan. Penggunaan aplikasi referensi seperti Mendeley atau Zotero akan membantu setiap penulis agar tidak terlalu sulit dalam menemukan referensi dan menuliskannya. Saling tukar pikiran dalam mengemukakan teori yang berada di buku atau jurnal terdahulu akan menjadi proses yang efektif dalam menentukan teori yang akan dikemukakan dalam introduction.

(3) dialog metode penelitian. Karena tidak semua tema memiliki metode yang sama, maka berdiskusi tentang metode penelitian adalah hal yang bisa membantu. Proses internalisasi penulis dalam proses objektifikasi tema dalam tulisan jurnal akan terbantu oleh masukan-masukan metode yang didiskusikan. Hal ini bisa mempercepat proses penentuan metode dari mulai pendekatan, prosedur penelitian, pengambilan data dan alatnya, analisis data sampai kepada prediksi menyimpulkan.

(4) dialog tentang prediksi hasil. Mendialogkan prediksi hasil dalam penelitian akan dapat meraba kira-kira tema yang diusung dengan metode tertentu akan menghasilkan tulisan jurnal seperti apa. Dengan didiskusikan secara bersama akan ada masukan-masukan prediktif sehingga bayangan menulis “Hasil dan Pembahasan” akan diprediksi secara cepat, walaupun hal ini tidak boleh mengganggu hasil dari penelitian sebenarnya (tidak boleh ada penyalah gunaan data sesungguhnya atau disebut data fabrication).

Modelling

Tahap kedua adalah modelling. Modelling adalah pemberian contoh jenis teks yang harus diikuti oleh penulis jurnal. Ada dua pola menulis yang bisa menjadi acuan modelling ini yaitu IMRAD dan NON IMRAD.

IMRAD adalah kependekan dari I untuk Introduction (pendahuluan), M untuk Method, R untuk Result (hasil), A untuk and dan D untuk Discussion. Untuk model struktur IMRAD ini biasanya penulis memutuskan untuk membuat sistematika sebagai berikut:

• Tittle (judul)
• Author (Penulis) and Affiliation (afiliasi, biasanya ke lembaga PT, lembaga penelitian atau Asosiasi)
• Abstract (intisari artikel)
• Keyword (kata kunci)
• Main Text (IMRAD), Jika jurnal berstruktur IMRAD maka sub bab dari kajian artikel disusun dari isi yang merupakan “Hasil dan Pembahasan”
a. Introduction, what question was asked in the research?
b. Method, how was it studied?
c. Result, what was discovered?
d. Discussion, what do the findings mean?
e. Conclusions
• Acknowledgements
• References
• Supplementary Material

NON IMRAD adalah jenis penulisan yang tidak menggunakan IMRAD sebagai strukturnya. Hal ini bisa mengikuti beberapa sistematika di bawah ini:

• Tittle (judul)
• Author (Penulis) and Affiliation (afiliasi, biasanya ke lembaga PT, lembaga penelitian atau Asosiasi)
• Abstract (intisari artikel)
• Keyword (kata kunci)
• Main Text (NON-IMRAD), Jika jurnal berstruktur NON IMRAD maka tuliskan isi paragraph tentang metode penelitian di bagian akhir introduction walaupun termasuk penelitian kualitatif.
a. Introduction, what question was asked in the research?
b. Main body of Paper, how was it studied? what was discovered? what do the findings mean?
c. Conclusions
• Acknowledgements
• References
• Supplementary Material

Dengan melihat model tulisan yang dianggap mumpuni dan telah sukses untuk diindex oleh lembaga pengindeks internasional, maka penulis pemula bisa mengikuti gaya penulisan jurnal terdahulu. Istilah saya, penulis pemula harus menggunakan ATM. “A” berarti amati, “T” berarti tiru, dan “M” berarti modifikasi. Jadi prosesnya adalah amati modelnya, lalu tiru selingkung dan polanya lalu cari pembedanya dengan menggunakan modifikasi sesuai dengan gaya kita. Hindari modifikasi yang justru akan menurunkan nilai tulisan jurnal kita.

Joint Construction of the Text

Tahap ketiga adalah Joint Construction of the Text (JCOT) yaitu tahap dimana setelah semua penulis mengetahui apa yang akan ditulis melalui BKOF dan menggunakan pola Modelling dari tulisan orang lain yang established dengan ATM, maka saatnya untuk menulis bersama. Menulis bersama bisa berarti menulis jurnal dengan tema dan judul yang sama atau menulis dengan tema yang berbeda-beda sesuai dengan rumpun keilmuannya atau judul masing-masing.

Tahap ini digunakan sebagai cara dimana apabila ditemukan banyak kebingungan dari penulis bisa langsung bertanya atau berdiskusi. Menulis bersama dapat dipastikan akan menemukan masalah-masalah baru dalam menulis, sehingga masalah itu bisa diselesaikan saat itu juga. Dengan JCOT, penulis pemula bisa melihat proses temannya (yang sudah lebih paham dan langsung running) menulis jurnal sehingga ia akan belajar bagaimana implementasi BKOF dan Modelling.

Ketika selesai menulis bersama dalam proses JCOT, maka bisa didiskusikan secara bersama hasilnya. Ketika ada kesalahan atau kelemahan, maka bisa dilakukan perbaikan secara bersama-sama. Proses revisi ini akan menjadi pengalaman yang berharga untuk kemudian penulis tidak akan melakukan kesalahan yang sama pada tahap penulisan berikutnya.

Independent Construction of the Text

Tahap terakhir dari proses menulis jurnal ala GBA adalah Independent Construction of the Text
(ICOT). ICOT adalah proses menulis jurnal mandiri oleh setiap penulis pemula. Dengan pengalaman dalam BKOF, Modelling dan JCOT maka penulis akan memikirkan proses jurnal dari A sampai Z. seluruh proses itu harus mengikuti pengalaman-pengalaman yang sudah didiskusikan sebelumnya.

(1) memikirkan tentang masalah penelitian dan pertanyaannya. Hal ini akan mengerucut menjadi judul dan tema yang diusung. Judul yang diusung akan berdampak kepada metode penelitian dengan segala derivasinya dan memprediksi hasilnya. (2) melakukan penelitian sesuai dengan prosedur yang ditentukan sehingga mendapatkan data dan menganalisis data yang didapatkan. (3) menuliskannya dalam template yang sudah tersedia dan merevisi tulisan bila ada yang masih kurang. (4) bila tulisan itu dianggap sudah memenuhi syarat terutama telah didiskusikan dengan peer reviewer (mitra bestari lokal) maka bisa submit ke journal yang bisa dipilihnya.

Bila ingin mencoba ke journal yang terindeks Scopus, maka lihat saja list jurnal-jurnal internasional di www.scopus.com. Atau apabila ingin yang lebih rendah (semisal tidak percaya diri), maka bisa lihat dijurnal-jurnal dengan menggunakan search engine semisal google. Untuk pemula Sebaiknya submit di jurnal-jurnal yang biasa saja semisal menggunakan system OJS. System ini bisa langsung terindeks oleh Google schoolar. Untuk mempromosikan tulisan kita, kita bisa menggunakan bantuan web jurnal semacara academia.org atau research gate atau juga bisa mengeceknya di aplikasi sinta miliknya kemenristek dikti.

***

Bila penulis jurnal tidak memiliki waktu untuk melakukan semua proses di atas, adakalanya penulis bisa menggunakan pihak ketiga semacam organisasi Proof Reading yang bisa membantu melayout, merevisi content, mentransliterasi (menerjemahkan ke dalam Bahasa PBB) dan membantu publish di jurnal yang terindeks Scopus atau setara. Hal ini bisa dilakukan untuk meyakinkan bahwa tulisan kita menjadi tulisan yang layak diterbitkan di jurnal yang bereputasi internasional. Dengan tulisan itu, kita layak menyandang akademisi bereputasi internasional.

Untuk membantu publikasi jurnal, Kami siap membantu Bapak/Ibu yang membutuhkan jasa publikasi jurnal internasional bisa menghubungi kami di 081235250666